tus

Bunga Duka CitaBunga Papan UcapanBunga Standing

Bunga Meja MawarBunga Meja TulipBunga Meja Lili

Parsel BuahBunga Meja EleganceBoneka dan Buah
0

Senin, 15 Juli 2013

Cara menanam bunga melati

Cara Menanam Bunga Melati Agar Tumbuh Subur dan Berbunga
Bunga melati merupakan salah satu jenis bunga yang paling banyak digunakan di Indonesia, khususnya untuk upacara adat dan keagamaan. Bunga yang putih dan harum ini hidup di iklim panas tropik dan berdrainase baik. Di Indonesia, bunga melati dikenal dengan berbagai macam nama misalnya Meulu cut untuk daerah Aceh, Menuh di Bali, Melur di Batak, dan berbagai macam nama lain untuk tiap daerah. Banyak orang yang tertarik dan mencari cara menanam bunga melati karena tertarik dengan keindahan dan keharuman dari bunga ini. Bibit bunga melati bisa diperoleh dari perundukkan cabang basal atau pembibitan melalui  pendederan di polibag. Menanam bunga melati sebenarnya tidak susah, namun untuk meminimalkan resiko gagal, anda dapat mencoba tips berikut.

Media Tanam Bunga Melati
Cara menanam bunga melati sebenarnya bukan hal yang sulit. Tanaman bunga melati dapat tumbuh dengan baik jika media tanamnya benar. Biasanya, tanaman melati bisa tumbuh dengan subur pada jenis tanah latosol, andosol, dan Podsolik Merah Kuning. Tanaman ini memerlukan tanah yang bertekstur pasir hingga liat, gembur, drainase baik, banyak kandungan bahan organik, dan derajat keasaman tanahnya memiliki pH antara 5 sampai 7. Kelembaban udara yang cocok untuk tanaman melati adalah 50 sampai 80 persen. Selain itu, budidaya tanaman bunga melati paling cocok untuk daerah yang mendapatkan cukup sinar matahari. Melati bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah dataran rendah sampai daerah dataran tinggi dengan ketinggian 10 sampai 1.600 m dpl.

Pemeliharaan Bibit Bunga Melati
Untuk cara menanam bunga melati yang menggunakan bibit stek, sebaiknya bibit disiram secara teratur dua kali sehari bisa pagi dan sore. Usahakan bibit tanaman mendapatkan sinar matahari di pagi hari. Jika bibit sudah berumur satu bulan atau sudah berakar cukup kuat, bibit bisa dipindahkan kedalam polybag yang beris campuran pupuk organik, tanah, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Pemeliharaan bibit secara intensif seperti pemupukan, penyiraman, dan penyemprotan pestisida dengan dosis rendah sebaiknya dilakukan sampai bibit berumur sekitar 3 bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.